1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Al Qaeda Bom Kedutaan Iran

Kelompok jihad yang terkait jaringan Al Qaeda mengaku bertanggung jawab atas aksi bom bunuh diri ganda di luar kedutaan Iran di Beirut, yang menewaskan paling sedikit 23 orang.

“Ini adalah operasi syahid ganda yang dilakukan dua pahlawan heroik dari Sunni Libanon,“ tulis Sirajeddine Zuraiqat, seorang anggota Brigade Abdullah Azzam melalui Twitter.

“Brigade Abdullah Azzam – sel Hussein bin Ali yang telah membuat bangga Allah – ada di belakang serangan atas kedutaan Iran di Beirut.”

Brigade itu mengancam akan melakukan lebih banyak serangan di Libanon sampai Iran menarik pasukan mereka keluar dari Suriah dan membebaskan tahanan-tahanan mereka dari penjara Libanon, tambah Zuraiqat melalui media sosial.

Ledakan kuat yang terjadi di seberang gedung bertingkat kedutaan Iran menyebabkan kekacauan, merobek fasad gedung-gedung di dekatnya dan menyebabkan mobil-mobil terbakar.

Serangan ketiga

Peristiwa ini terjadi setelah dua serangan bom tahun ini di utara pinggiran kota Beirut, yang merupakan benteng gerakan Hizbullah yang berkuasa di Libanon.

Kelompok Hizbullah yang disponsori Iran, telah menarik kontroversi karena mengirimkan ribuan milisi mereka untuk mendukung rezim Bashar al-Assad di Suriah yang telah 32 bulan bertempur dengan para pemberontak.

“Pemerintah Suriah tegas mengutuk serangan teroris yang dilakukan di dekat Kedutaan Besar Iran di Beirut,“ demikian dinyatakan stasiun televisi milik pemerintah.

Pernyataan itu mengatakan “bau petrodollar muncul dari semua serangan teroris melawan Suriah, Libanon dan Irak,“ – merujuk kepada Arab Saudi dan Qatar, yang selama ini mendukung kelompok pemberontak Suriah.

Sebelum adanya klaim dari jaringan Al Qaeda, Iran telah menyampaikan kutukan atas serangan, sambil menuding Israel dan “para tentara bayarannya“ bertanggung jawab. Israel langsung membantah pernyataan itu.

Kementerian Kesehatan Libanon mengatakan jumlah korban akibat serangan adalah 23 tewas dan 146 terluka. Angka itu diperkirakan masih akan terus bertambah.

Termasuk diantara korban, menurut sumber pemerintah Libanon, adalah Sheikh Ibrahim Ansari, seorang penasihat budaya di kedutaan Iran.

”Ia sedang memasuki kedutaan ketika ledakan terjadi. Ia terluka parah dan meninggal di rumah sakit,“ kata sumber tersebut.

Duta Besar Ghazanfar Rokn-Abadi, mengatakan semua staf yang ada di dalam kedutaan pada saat serangan terjadi tidak terluka.

Wartawan yang ada di lokasi menggambarkan darah dan kaca bertebaran di jalanan, sementara media Libanon memperlihatkan gambar mengerikan dari mayat-mayat hangus, beberapa diantaranya masih terbakar, di dekat deretan mobil yang terbakar.

Terkait Suriah

Hizbullah – yang ikut bertempur membantu rezim Assad di Suriah -- pada 9 Juli dan 15 Agustus menjadi sasaran bom mobil di wilayah basis mereka di selatan ibukota Beirut, yang menewaskan 27 orang.

Ketegangan di Libanon akibat konflik Suriah telah meningkat. Keterlibatan Hizbullah dikritik oleh banyak kelompok Sunni Libanon yang mendukung kelompok pemberontak Suriah yang didominasi kaum Sunni.

Tapi kepala Hizbullah Hassan Nasrallah telah mengatakan ia tidak akan menarik pasukannya dari Suriah.

ab/hp (afp,rtr,ap)

Laporan Pilihan