1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Aktivis Suriah : Homs Terancam Pembunuhan Massal

Sementara beberapa wilayah Suriah mengikuti seruan oposisi untuk melakukan aksi mogok, warga provinsi Homs khawatir akan terjadinya pembunuhan massal disana. Semakin banyak tentara pemerintah mengepung wilayah tersebut.

default

Jalanan kosong di Damaskus

Sebagai reaksi atas kekerasan yang dilakukan para penguasa Suriah terhadap oposisi, aktivis di beberapa wilayah negara itu menyerukan agar warga turut serta dalam aksi mogok massal.

Frustasi Picu Aksi Mogok

Di waktu bersamaan, lawan rezim Presiden Bashar al Assad juga mengajak warga untuk memboikot pemilihan komunal yang rencananya dimulai Senin ini (12/12).

Gerakan demokrasi Suriah mengunggah video ke internet yang menampilkan toko-toko yang tutup dan jalanan kosong di provinsi Homs, kota Sabadani di wilayah barat dan provinsi Aleppo.

Tokoh oposisi Suriah Ashraf Al Mokdad dalam wawancara dengan stasiun televisi Arab Al Jazeera mengatakan, aksi mogok tersebut dilakukan karena rasa putus asa warga. "Situasi di Homs saat ini, 1,8 juta orang terkepung. Tidak ada makanan, tidak ada obat-obatan. Orang meninggal karena menderita diabetes, karena memiliki penyakit jantung. Jadi mereka tewas, bukan terkena peluru, melainkan karena kondisi kesehatan mereka. Apa lagi yang bisa kami lakukan? Kami butuh bantuan sekarang."

Situasi Provinsi Homs Gawat

Sementara itu, ketegangan di Suriah semakin meruncing. Dari wilayah selatan negara itu, dilaporkan pertempuran hebat antara pasukan pemerintah dan tentara yang membelot. Di sekitar provinsi Homs, juga diberitakan jumlah tentara rezim Assad bertambah banyak.

Dewan Nasional Suriah mengkhawatirkan terjadinya pembunuhan massal. Aktivis oposisi Salim al Homsi mengatakan, "Kemarin kami mendengar ada sekitar 10 ribu tentara datang dari luar Homs. Dan banyak tentara yang dalam perjalanan menuju Homs dari Damaskus. Berarti rezim mempersiapkan serangan brutal berikutnya terhadap provinsi ini. Kami khawatir pembunuhan massal akan terjadi disini, di Homs."

Dunia Internasional Pantau Perkembangan Situasi

Amerika Serikat, Perancis dan Inggris telah memperingatkan pemerintah di Damaskus untuk tidak melakukan serangan berdarah ke Homs. Dewan Keamanan PBB akan kembali berkumpul Senin ini (12/12) untuk membicarakannya.

Liga Arab juga mengumumkan, akan bertemu dalam tujuh hingga sepuluh hari untuk mendiskusikan situasi di Suriah. Ketua Liga Arab Nabil al Arabi juga mengatakan, sanksi ekonomi yang dijatuhkan kepada Suriah segera berlaku tanggal 27 Desember mendatang. Sanksi itu akan dibatalkan, begitu Suriah mengijinkan perwakilan Arab masuk ke negara itu sebagai pengamat.

Sebagian besar media independen dan kelompok kemanusiaan dilarang untuk memasuki Suriah. Beberapa diijinkan berkunjung ke Damaskus, setelah mendapat undangan resmi dari pemerintah. Namun, mereka tidka boleh bergerak secara bebas.

Vidi Legowo-Zipperer, afp, dpa

Editor : Ayu Purwaningsih

Laporan Pilihan