1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Aksi Pembebasan Sandera di Pakistan

Militer Pakistan berhasil membebaskan sandera yang ditahan sekelompok orang-orang bersenjata yang menguasai markas besar AD Pakistan di Rawalpindi.

default

Markas Besar AD Pakistan di Rawalpindi dijaga ketat

Pasukan khusus militer Pakistan berhasil membebaskan 39 sandera dari cengkeraman tersangka pemberontak Taliban. Kelompok itu diduga sebagai pelaku serbuan terhadap markas besar Angkatan Darat Pakistan di Rawalpindi. Juru bicara militer melaporkan sedikitnya tiga sandera, dua tentara dan empat pemberontak tewas dan seorang pemimpin pemberontak terluka dalam aksi pembebasan itu.

Insiden ini terjadi Sabtu kemarin (10/10) ketika militer Pakistan bersiap-siap melancarkan operasi besar-besaran terhadap kelompok Taliban. Berdasarkan keterangan militer, enam tentara Pakistan dan lima tentara khusus tewas, sementara dua pemberontak yang mengalami luka-luka berhasil ditangkap. Seusai baku tembak sengit sejumlah pemberontak melarikan diri, kemudian menyandera tentara dan warga sipil di gedung sekitarnya. Awalnya dikatakan hingga 15 orang yang disandera dan lima pemberontak yang melarikan diri.

Juru bicara militer memaparkan bahwa semua jenazah korban tewas ditemukan di satu ruangan. Seorang pemberontak mengenakan sabuk penuh bahan peledak ia berhasil ditembak mati oleh tentara khusus ketika hendak menyalakan bahan peledak. Dan sedikitnya tiga sandera juga tewas. Pemimpin pemberontak bernama Aqeel alias Dr. Usman berhasil ditangkap militer. Laki-laki asal propinsi Punjab ini adalah anggota kelompok ekstremis Lashkar-e-Jhangvi dan kalangan pertahanan mengatakan, ia yang merencanakan serangan terhadap tim nasional kricket di Lahore Maret lalu, yang menewaskan delapan orang. Nampaknya, kelompok ekstremis itu bekerja sama erat dengan Taliban. Beberapa pekan lalu seorang pemimpin Lashkar-e-Jhangvi terlihat bersama pemimpin Taliban Hakimullah Mehsud di selatan Wasiristan.

Insiden di Rawalpindi berlangsung menyusul serangkaian pengeboman di Pakistan. Jumat lalu (9/10) setidaknya 49 orang tewas akibat serangan yang diduga sebagai aksi bunuh diri terhadap sebuah bis. Beberapa hari sebelumnya seorang pelaku bunuh diri meledakkan diri di sebuah kantor. Empat warga tewas dalam serangan itu.

Sejak beberapa tahun ini kelompok Islam radikal Taliban dan sekutunya Al Qaida semakin kuat di Pakistan. Kedua kelompok itu mencoba melakukan serangan terhadap sasaran atau orang-orang penting. Kini militer Pakistan sedang mempersiapkan serangan besar-besaran terhadap Taliban di selatan Wasiristan. Kawasan itu berbatasan dengan Afghanistan. Menteri Dalam Negeri Pakistan Rehman Malik menuturkan, serangan Islamabad, Peshawar dan Rawalpindi beberapa waktu lalu berpangkal di Wasiristan Selatan. Ditambahnya, sudah saatnya pemerintah Pakistan melancarkan serangan terhadap pemberontak.

AN/CS/rtrd

Laporan Pilihan