1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Aksi Mogok Landa Spanyol dan Portugal

Aksi mogok melumpuhkan transportasi umum di Spanyol dan Portugal. Di negara-negara lain Eropa juga direncanakan adanya aksi protes terhadap rencana penghematan pemerintah.

Aksi mogok besar-besaran di dua negara Semenanjung Iberia diadakan untuk memprotes politik pengencangan ikat pinggang yang dilakukan pemerintah. Serikat pekerja menilai langkah itu mencekik perkembangan ekonomi dan membuat rakyat miskin.

Aksi mogok itu menyebabkan lumpuhnya lalulintas kereta api dan bus, juga kereta api bawah tanah di ibukota kedua negara, Madrid dan Lisabon. Aksi mogok juga dilakukan pekerja pelabuhan, pabrik dan layanan kota, juga pasar makanan. Demikian keterangan wakil serikat pekerja. Demonstrasi diperkirakan akan berdampak pada sektor pariwisata, mengingat maskapai penerbangan Spanyol dan Portugal terpaksa membatalkan ratusan penerbangan.

Korban Cedera dalam Bentrokan

Fernandez Toxo, head of Comisiones Obreras (CCOO) , Spain's biggest union, speaks during a union rally on the eve of a general strike at Madrid's Puerta del Sol square November 13, 2012. Spain's two largest labour unions have called for a general strike on November 14, the second against the conservative government since they took power in December and coinciding with industrial action in Portugal on the same day. The banner reads They leave us with no future. There are culprits. There are solutions. Madrid's regional secretary general for CCOO Javier Lopez is pictured on the right. REUTERS/Susana Vera (SPAIN - Tags: BUSINESS EMPLOYMENT CIVIL UNREST POLITICS)

Fernandez Toxo, pemimpin serikat pekerja terbesar Spanyol (CCOO) berbicara saat demonstrasi di Madrid (13/11)

Di Spanyol, di mana aksi mogok besar-besar sudah terjadi untuk kedua kalinya tahun ini, 12 orang dilaporkan cedera akibat bentrokan yang berkaitan dengan aksi mogok. Termasuk di antaranya tiga polisi. Pejabat pemerintah mengatakan, 28 orang yang terlibat bentrokan sekarang berada dalam tahanan. Candido Mendez, pemimpin ikatan serikat pekerja sektor perdagangan (UGT) mengatakan, aksi mogok adalah tindakan pembelaan diri untuk mempertahanakan harga diri pekerja di Spanyol dan negara-negara Eropa lainnya. Serikat pekerja telah menyerukan warga Spanyol agar tidak bekerja dan tidak membeli apapun, untuk menggarisbawahi semakin meluasnya kemiskinan.

Di Portugal, ikatan serikat pekerja sektor perdagangan (CGTP) berusaha mencegah parlemen menyetujui rencana anggaran negara yang menyebabkan kenaikan pajak. Serikat pekerja juga bermaksud memaksa pemerintahan di bawah Perdana Menteri Pedro Passos Coelho untuk mengundurkan diri. Di sejumlah besar rumah sakit, hampir 90% pekerja mengadakan mogok. Pada spanduk yang diusung demonstran tercantum tulisan "Pergilah Troika", yang menjadi seruan menentang penghematan yang ditetapkan negara-negara donor Portugal.

Krisis Utang di Dua Negara

Demonstrators wave a Portuguese flag and shout slogans outside the parliament, at right, during a workers protest, Lisbon, Thursday, March 22, 2012. A strike by Portugal's largest trade union confederation to protest austerity measures and labor reforms disrupted public transport services but had a mostly patchy turnout Thursday. (Foto:Armando Franca/AP/dapd).

Demonstrasi yang berlangsung di depan gedung parlemen Portugal di Lisabon

Spanyol dan Portugal yang dilanda krisis utang telah memperketat pengeluaran, dalam rangka mengurangi defisit anggarannya. Pengangguran telah meningkat hingga 25% di Spanyol dan 16% di Portugal. Aksi mogok lebih kecil juga akan diadakan di negara-negara lain Eropa, di mana ikatan serikat pekerja Eropa di sektor perdagangan menyerukan diadakannya "hari aksi dan solidaritas."

Diperkirakan, pekerja akan mogok selama tiga sampai empat jam di Yunani dan Italia. Sementara di Belgia, serikat pekerja bidang perkeretaapian merencanakan aksi mogok sepenuhnya. Ikatan serikat pekerja mengkritik "tindakan penghematan yang menjerumuskan Eropa ke dalam stagnasi ekonomi, resesi dan membongkar model negara sosial Eropa."

ML/HP (dpa/afp)