1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Akhir Jejak Jerman di Afghanistan?

Bundestag mulai mengurangi jumlah tentara Jerman di Afghanistan. Dua tahun sebelum penarikan seluruhan tentara asing, masih banyak masalah yang belum jelas.

ARCHIV - Bundeswehrsoldaten sichern am 04.06.2009 bei Masar-i-Scharif einen Konvoi ab. Die USA wollen die schwierige Lage im deutschen Verantwortungsbereich in Nordafghanistan nach Zeitungsberichten selbst in den Griff bekommen und die Bundeswehr weitgehend «entmachten». Das Vorgehen der Bundeswehr in Kundus sowie die Entscheidungswege in Deutschland dauerten den Amerikanern zu lange, berichteten die «Stuttgarter Nachrichten» und die «Kölnische Rundschau» (Montag) unter Berufung auf NATO-Kreise. Foto: Maurizio Gambarini dpa (zu dpa 0135 vom 07.02.2010) +++(c) dpa - Bildfunk+++

Bundeswehr in Afghanistan

Satu hal yang sudah pasti, sampai akhir 2014 seluruh pasukan internasional harus sudah ditarik keluar dari Afghanisan. Karena itu militer Jerman juga mengurangi 450 dari jumlah tentara yang dikirim, menjadi 4900 orang. Pemerintah berharap, angka itu dapat dikurangi lagi menjadi 4.400 orang, sampai Januari 2013. Apakah akan tercapai, juga tergantung dari bagaimana situasi keamanan di Afghanistan berkembang.

Jerman forsir ANA

Tentara Jerman di Afghanistan punya prioritas jelas, sampai tiba waktunya bagi penarikan seluruh pasukan asing. Dalam waktu yang tersisa, Bundeswehr ingin memforsir pembentukan aparat keamanan Afghanistan dan menolong mereka untuk membatasi seluas mungkin ruang gerak Taliban. Secara keseluruhan NATO akan melatih 350.000 tentara dan polisi Afghanistan. Seberapa besar persoalan yang muncul,antara lain ditunjukkan Jumat pekan lalu (20/01) oleh pembunuhan empat tentara Perancis oleh seroang anggota militer Afghanistan.

Namun, pelatihan militer tentara nasional Afghanistan ANA hanyalah satu sisi. Penarikan tentara asing akan mempengaruhi jumlah bantuan dari negara donor. Jika Amerika dan negara donor lain mengurangi dana sesuai rencana, bisa terjadi situasi dimana, "Lebih dari 100.000 aparat keamanan akan menganggur", kata Johannes Pflug, pakar Afghanistan dari partai demokrat sosial SPD. "Mudah dibayangkan apa yang akan terjadi bila mereka semua menyeberang ke pihak lawan", kata Plug.

Perundingan Sulit dengan Taliban

Dengan perpanjangan mandat kali ini, misi militer Bundeswehr di Afghanistan memasuki tahun ke-11. Sementara itu tak ada seorangpun yang percaya pada solusi militer. Baik di Amerika, juga di Jerman, harapan besar ditumpukan pada perundingan dengan Taliban. Pada pembukaan kantor perwakilan Taliban di Doha, ibukota Qatar, para diplomat barat melihat adanya isyarat positif. Qatar akan menjadi perantara utama dalam konflik antara negara-negara barat dan Taliban. Tetapi perundingan yang berhasil akan banyak ditentukan oleh Pakistan, tetangga langsung Afghanistan.

Persoalan lain, siapa individu yang akan terlibat dalam perundingan? Siapa yang harus berbicara mewakili pemimpin Taliban, Mullah Omar? Boleh jadi juru runding Taliban Tajjeb Agha. Dinas Rahasia Jerman (BND) memiliki kontak dengan pria ini. Keterlibatan panglima perang Gulbuddin Hekmatyar juga dipersengketakan.

Tetapi kalangan anggota parlemen Jerman sudah merasa gembira bila perundingan tersebut betul-betul bisa dilaksanakan. Musim gugur tahun 2013 Jerman akan memilih anggota parlemen baru. Rintangan bagi perpanjangan kembali mandat Bundeswehr di Afghanistan bisa lebih besar bagi mereka, kata Johannes Pflug, anggota parlemen dari partai SPD. "Sekarang saja, perpanjangan mandat tidak selalu tanpa hambatan."

Autor: Daniel Scheschkewitz/ Renata Permadi
Editor: Hendra Pasuhuk