1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

“Air Sangat Penting untuk Perkembangan Asia”

Ana Lehmann22 Maret 2013

Lebih dari 75 persen negara di Asia mengalami kekurangan air. Padahal stabilitas di kawasan ini juga tergantung dari penyediaan air bersih. Demikian hasil penelitian Bank Pembangunan Asia, ADB.

https://p.dw.com/p/1822c
Indian residents in a district facing a drinking water shortage wait with plastic pots at a community tube well to collect drinking water in Bangalore on October 8, 2012. T
Symbo kelangkaan air di AsiaFoto: AFP/Getty Images

”Kawasan Asia sedang berkembang menjadi pusat perekonomian penting. Tapi negara-negara di kawasan ini tidak punya sistem pengadaan air bersih yang memadai. Negara-negara Asia harus segera memperbaiki manajemen airnya dengan politik yang kreatif,” demikian seruan dalam studi Bank Pembangunan Asia ADB tentang keamanan air di Asia (Asian Water Development Outlook). DW berbicara dengan Wouter Lincklaen Arriens dan Ian Makin, dua ahli air yang ikut menyusun studi ini.

DW: Apa yang baru dari studi ini?

Ian Makin: Untuk pertama kalinya dilakukan penelitian tentang masalah keamanan pengadaan air di 49 negara Asia dan Pasifik. Kami mengembangkan sistem untuk memonitor pengadaan air bersih dalam jangka panjang. Itu belum pernah dilakukan sebelumnya. Sekarang ada metode untuk mengamati semua dimensi keamanan air dari rumah tangga sampai bencana air. Ini adalah hasil dari proyek selama 4 tahun. Ada 10 organisasi di Asia dan Pasifik yang terlibat.

Menurut laporan Millenium Development Goals, MDG, selama 20 tahun terahir, lebih dari 1,7 miliar penduduk di Asia punya akses untuk air bersih. Asia dianggap berhasil mencapai tujuan MDG untuk pengadaan air bersih. Bagaimana hasil studi dari ADB?

Wouter Lincklaen Arriens: Ada perbedaan besar antara laporan MDG dan hasil penelitian kami. MDG memeriksa tentang akses untuk air bersih, sedang kami memeriksa ”keamanan air”. Yang dimaksud adalah, harus ada saluran air ke setiap rumah sampai keran air. Menurut statistik MDG, 91 persen penduduk di Asia Selatan punya akses kepada air bersih. Tapi di sana, banyak perempuan dan anak-anak yang harus mengambil air dari tempat jauh. Menurut penelitian kami, hanya 23 persen penduduk yang punya keran air di rumahnya. Ini perbedaan besar. Di seluruh kawasan Asia Pasifik, pengadaan air seperti ini jauh lebih sedikit daripada dalam laporan MDG

Wouter Lincklaen Arriens, Water Resources Specialist bei ADB, Asian Development Bank
Wouter Lincklaen ArriensFoto: ADB

Selain saluran air sampai ke rumah, kriteria apa lagi yang dicakup dalam kategori keamanan air?

Wouter Lincklaen Arriens: Kami mengidentifikasi lima dimensi. Mulai dari keamanan air dalam ekonomi, pengadaan air di kota-kota, masalah lingkungan sampai kemampuan masyarakat menghadapi bencana air. Untuk setiap dimensi, ada indeks dengan lima tingkat, dari ”sangat tidak aman”, tingkat pertama, sampai ”fungsi teladan”, tingkat kelima.

Ian Makin: Kita lihat misalnya situasi di Vietnam, di tingkat nasional indeksnya tingkat dua, ”tidak aman”. Pemerintah Vietnam memang meningkatkan investasi, tapi situasinya tetap tidak aman. Tapi dalam pengadaan air untuk rumah tangga, situasinya cukup baik. Sedangkan keamanan air untuk ekonomi masih buruk, terutama karena Vietnam sangat tergantung pada politik di negara-negara hulu sungai. Juga keamanan air untuk kota-kota masih buruk. Tidak cukup instalasi pembersihan air. Selain itu, penduduk masih sering mengalami bencana banjir.

Apa yang harus dilakuken pemerintah di Asia untuk meningkatkan keamanan air?

Ian Makin: Kami memberi 12 rekomendasi. Misalnya bagaimana menggunakan dan mengembangkan sumber air dengan lebih efektif. Contohnya dengan manajemen air dan sistem pengairan yang lebih baik. Kami ingin menunjukkan bidang-bidang yang menurut kami cocok untuk melakukan investasi. Keamanan air memang berkaitan dengan masalah keamanan perorangan dan keamanan ekonomi. Jadi terkait juga dengan keamanan nasional.

Ian Makin, Spezialist für Wasserressourcen und -versorgung bei der Asiatischen Entwicklungsbank (Asian Development Bank, ADB); Copyright: ADB***via Ana Lehmann
Ian MakinFoto: ADB

Wouter Lincklaen Arriens adalah peneliti masalah air di Bank Pembangunan Asia, ADB. Ia ikut menyusun laporan "Asian Water Development Outlook".  Ian Makin  adalah spesialis pengadaan dan pengelolaan air di Asia.