1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Afghanistan Merupakan Kunci Stabilitas di Kawasan

Pejabat tinggi dari 30 negara berkumpul di Kabul, Afghanistan, dalam konferensi regional membahas masa depan dan stabilitas di kawasan.

Dalam sebuah puisinya, penyair Pakistan Iqbal Lohari menyebutkan Afghanistan sebagai jantungnya Asia. “Heart of Asia“ begitu pula nama konferensi membahas kerjasama lintas batas di wilayah. Konferensi ini merupakan yang ke dua setelah sebelumnya pada bulan November 2011 digelar di Istanbul, Turki.

Selain membahas masalah perang melawan terorisme dan perang melawan obat bius, konferensi di Kabul ini juga membicarakan pembentukan jaringan ekonomi yang lebih kuat. Menteri Luar Negeri Turki Ahmet Davutoglu menekankan pentingnya Afghanistan, “Afghanistan merupakan jantungnya Asia. Tanpa stabilitas dan keamanan di sana, maka tidak akan ada stabilitas dan keamanan di Asia. Berdasarkan hal ini, kami menempatkan tiga pilar dalam proses regional.“

DARF NICHT MEHR VERWENDET WERDEN: Pressekonferenz Heart of Asia Konferenz in Kabul

Menlu Turki Ahmet Davutoglu

Konsultasi politik yang teratur, penguatan berkelanjutan rasa saling percaya serta juga penguatan organisasi regional harus lebih melibatkan Afghansitan. Selain itu, konferensi ini juga menyepakati tujuh langkah untuk membangun kepercayaan, diantaranya adalah pencegahan bencana, pembentukan kamar dagang regional, pembangunan infrastruktur yang lebih bauk, inisiatif pendidikan dan mempererat hubungan ekonomi.

Menghapus Ketidakpercayaan

Langkah-langkah yang telah disetujui juga diharapkan dapat membantu menghilangkan rasa ketidakpercayaan di negara tetangga Afghanistan, terutama di Iran dan Pakistan. Ke dua negara ini merasa terancam dengan kehhadiran Amerika Serikat di Afgahnistan. Dalam konferensi, Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi mengatakan, dengan membangun pangkalan militer di Afghanistan, Amerika Serikat tidak berkontribusi pada perdamaian, namun sebaliknya. Amerika Serikat membuat Afghanistan sebagai arena persaingan antara kekuatan-kekeuatan besar.

DARF NICHT MEHR VERWENDET WERDEN: Pressekonferenz Heart of Asia Konferenz in Kabul

Melu Afghanistan Zalmay Rasoul

Menteri Luar Negeri Afghanistan Zalmay Rasoul berusaha untuk meredakan kekhawatiran Iran, “Walaupun kehadiran militer AS yang kuat di Afghanistan, dalam beberapa tahun terakhir tidak terdapat ancaman terhadap Iran yang dikhawatirkan.“ Zalmay Rasoul menambahkan, “Dalam strategi bersama dengan AS disepakati bahwa dari wilayah Afghanistan tidak akan timbul ancaman bagi negara-negara tetangga. Dengan ini kami ingin membangun kepercayaan.“

Afghanistan yang damai juga dapat mendatangkan manfaat lebih besar bagi Iran, dikatakan Rasoul. Ini juga berlaku bagi Pakistan. Untuk mengendorkan ketegangan antara Afghanistan dan Pakistan, Presiden Afghanistan Hamid Karzai ingin secepat mungkin melakukan pembicaraan dengan Pakistan mengenai perang melawan Taliban.

Meningkatkan Kerjasama Ekonomi

Salah satu faktor terpenting untuk membasmi terorisme adalah memperkuat pembangunan ekonomi di Afghanistan, dikatakan Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle. Dalam konferensi di Kabul, Westerwelle juga menekankan bahwa perdagangan dan pertukaran yang lebih bersifat regional dapat mempercepat peningkatan stabilitas di Afghanistan.

Hal ini juga ditegaskan Menteri Perdagangan Afghanistan Anwar ul-Haq Ahady, “Kerjasama regional merupakan satu jalan penting untuk perdamaian dan kemajuan ekonomi. Tahun lalu pada konfernsi di Istanbul, Afghansitan menjadi fokus. Tahun ini, kita tidak hanya berharap bahwa Afghanistan dapat meningkatkan peluangnya untuk perdamaian, tetapi juga bahwa seluruh wilayah di kawasan dapat mencapai kemakmuran ekonomi.“ Ahady juga menekankan pentingnya tujuh langkah untuk membangun saling kepercayaan yang telah disepakati. Namun ia tidak mengungkapkan peran apa yang akan diambil pemerintah Afghanistan.

Memperkuat Jantung Asia

Juga masih belum jelas, bentuk kerjasama regional apa yang akan dilakukan demi membangun masyarakat Afghanistan. Farida, seorang anggota parlemen Afghanistan, mengkritik, “Selama ini pemerintah telah mengabaikan kewajibannya terhadap rakyat Afghanistan. Secara keseluruhan, konferensi ini terutama lebih membicarakan kepentingan negara-negara asing.“

Namun demikian, konferensi ini merupakan satu langkah maju bagi masa depan Afghanistan dan juga bagi negara-negara di kawasan, dikatakan Farida. Atau, seperti yang disyairkan Iqbal Lahori, “Semakin stabil detak jantung Asia, maka akan semakin sehat seluruh tubuh Asia.