1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Afghanistan Harapkan Tambahan Pasukan Asing

Apakah pasukan AS ke Afghanistan akan ditambah dari 65.000 menjadi 100.000? Keputusan bisa diambil Presiden Barack Obama, sebelum Afghanistan menggelar pemilu penentuan, 7 November.

default

Tentara Jerman Bundeswehr yang tergabung dalam misi ISAF di Afghanistan

Pemerintah di Kabul akan menyambut baik penambahan pasukan. Setidaknya selama militer dan polisi Afghanistan sendiri belum mampu menjamin keamanan di negeri tersebut.

Lebih banyak pasukan asing bagi Afghanistan. Demikian harapan pemerintah negara itu seperti diutarakan Menteri Pertahanan Abdul Rahim Wardak, "Untuk masa transisi tentu dibutuhkan tentara tambahan guna menghindari makin memburuknya situasi. Selain itu diperlukan kemitraan dengan unit-unit keamanan Afghanistan untuk menyelaraskan pelatihan dan membantu keseluruhan upaya.“

Harapan Wardak akan penambahan kekuatan militer Amerika Serikat konon dijadikan alat penekan oleh Amerika agar Presiden Hamid Karzai menyetujui pelaksanaan pemilu presiden putaran penentuan.

Lepas dari soal pemilu, situasi keamanan di Afghanistan merupakan prioritas tertinggi badan-badan internasional yang melibatkan diri di negara itu. Sekjen NATO Anders Fogh Rasmussen mengatakan, Afghanistan merupakan tantangan paling rumit yang pernah dihadapi Pakta Pertahanan Atlantik Utara NATO. Meski begitu NATO tetap harus aktif di sana untuk menghindarkan jangan sampai negara itu kembali menjadi arena pelatihan Al Qaida, kata Rasmussen pada konferensi keamanan di Bratislava, Slovakia, Kamis (22/10).

Ia menambahkan, mulai terdengar kritik bahwa biaya bagi misi dalam perang yang sudah berlangsung 8 tahun itu terlalu tinggi. Tetapi Sekjen NATO Rasmussen membantah dengan mengatakan, harga yang harus dibayar jika tidak melakukan apa-apa justru akan jauh lebih tinggi.

Pendapat ini diamini banyak orang di Afghanistan sendiri. Zadek, seorang mahasiswa Universitas Kabul menilai, "Tentara dan polisi Afghanistan belum cukup kuat saat ini. Karena itu akan lebih baik jika Presiden Obama mengirim pasukan tambahan. Selain itu, negara tetangga, Pakistan dan Iran, ikut campur dalam urusan kami. Lebih banyak pasukan dari AS dan Eropa akan menjamin perdamaian dan keamanan di Afghanistan.“

Tentu ada yang tak sependapat dan melihat keberadaan pasukan asing justru merupakan alasan militan dalam memperbesar perlawanan. Namun jajak pendapat juga menunjukkan, sebagian besar warga Afghanistan melihat keberadaan pasukan asing sebagai jaminan. Hamidullah Noor Ebad dari institut penelitian NCPR di Universitas Kabul mengatakan, "Rakyat Afghanistan menyaksikan apa yang terjadi ketika pasukan asing tidak ada di sini. Karena itu mereka melihat tentara luar negeri sebagai jaminan bagi keamanan dan perdamaian. Tapi, hanya selama dibutuhkan.“

Dan kondisi keamanan yang rentan tampaknya masih cukup lama membelit Afghanistan. Dua pekan lagi akan berlangsung pemilihan presiden putaran penentuan, antara Hamid Karzai dan Abdullah Abdullah. Pada putaran pertama, muncul banyak laporan tentang serangan, kekerasan dan intimidasi yang dilakukan militan agar warga tidak memberikan suara.

Sabina Matthay/Renata Permadi

Editor: Yuniman Farid

Laporan Pilihan