1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Adi Daya Dunia Terus Tekan Iran

Enam negara adi daya dunia meningkatkan tekanan terhadap Iran menjelang digelarnya kembali perundingan menyangkut program atomnya yang kontroversial.

Lima negara pemilik hak veto di Dewan Keamanan PBB ditambah Jerman, yang dijuluki kelompok 5+1 menjelang dimulainya perundingan baru sengketa atom, Kamis (8/3) menyampaikan serangkaian tuntutan bersama terhadap pimpinan di Teheran.

"Kami menuntut Iran untuk memulai perundingan tanpa syarat, dan berdialog secara serius untuk mencapai hasil konkrit", demikian tuntutan anggota tetap Dewan Keamanan, yakni Amerika Serikat, Inggris, Rusia, Cina dan Perancis ditambah Jerman yang bukan anggota tetap. Iran juga dituntut membuka akses bagi inspektur atom internasional ke instalasi militernya yang dicurigai.

Still Video TV Iran Ahmadinedschad Atom Atomprogramm

TV Iran tayangkan fasilitas pengayaan uranium di Natanz.

Pengumuman Teheran bulan lalu, mengenai dipercepatnya pengayaan uranium, memicu kecemasan di kelompok 5+1. Barat menuding Iran berusaha membuat senjata atom. Namun Teheran bersikeras menolak tudingan, dan tetap menyatakan aktifitas nuklirnya untuk tujuan damai.

Instalasi militer mencurigakan

Sejauh ini Teheran tetap menolak akses bagi inspektur badan energi atom internasional IAEA ke instalasi militer Parchin. Karena itu, IAEA mencurigai, di Parchin dilakukan riset nuklir untuk pembuatan senjata atom.

Para analis atom barat memperkirakan, di sebagian fasilitas militer itu dilakukan simulasi pemasangan hulu ledak nuklir. Citra satelit juga mengindikasikan, pemerintah di Teheran berusaha membersihkan fasilitas militer di Parchin, diduga untuk menghapus jejak dilakukannya riset nuklir di sana.

IAEO Symbolbild

IAEA tuntut akses ke fasilitas militer Iran yang dicurigai.

Menanggapi laporan pembersihan fasilitas militer Parchin, perwakilan Iran di IAEA, Ali Asgar Soltanieh menyebut, itu cerita kekanak-kanakan yang menggelikan. Soltanieh kepada para jurnalis di Wina menegaskan: "dalam kunjungan para inspektur IAEA baru-baru ini, Parchin hanyalah tema sampingan yang tidak penting, diantara sejumlah masalah utama".

Teheran puji Obama

Sementara itu, pimpinan religius tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei memuji pernyataan presiden AS, Barack Obama, yang memprioritaskan solusi diplomatis ketimbang serangan militer. "Itu pernyataan bagus", kata Khamenei setelah pertemuan dewan para pakar garda revolusi.

Obama dalam pernyataan sebelumnya juga mengritik pernyataan yang disebutnya sembrono, mengenai kemungkinan serangan militer terhadap instalasi atom Iran. PM Israel Benjamin Netanyahu juga sudah menegaskan, akan memberikan waktu agar sanksi terhadap Iran dilaksanakan. Dijanjikannya, dalam waktu beberapa minggu atau bulan ke depan, Israel tidak akan menyerang Iran.

Agus Setiawan (dpa,ap,rtr)

Editor: Hendra Pasuhuk

Laporan Pilihan