1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Robocop di Dubai

5 Juni 2017

Robocop bukan lagi sekedar tokoh fiksi di film atau televisi. Dubai kini mempekerjakan polisi robot pertamanya.

https://p.dw.com/p/2e8Fd
Dubai Polizei Roboter
Foto: Getty Images/AFP/G. Cacace

Polisi robot yang bisa membantu identifikasi pelaku kejahatan dan mengumpulkan barang bukti telah bergabung dengan kesatuan polisi di Dubai. "Robocop" akan berpatroli di kawasan padat kota sebagai bagian dari program pemerintah yang bertujuan untuk menggantikan polisi manusia dengan mesin. Jika eksperimen Robocop sukses, 25 persen kesatuan patroli kepolisian Dubai akan digantikan oleh robot hingga 2030.

Berwarna-sama dengan mengenakan seragam polisi Dubai, robot seukuran manusia ini bisa menjabat tangan dan memberi hormat militer. Tapi Robocop ini tidak membawa senjata api. Pemerintah berencana memanfaatkan teknologi untuk memperbaiki layanan dan keamanan jelang Expo 2020 di Dubai.

Harian UEA berbahasa Inggris Khaleej Times melakukan wawancara dengan polisi robot di Burj Park. Simak videonya...

Apa saja kelebihan polisi robot? "Robot bisa bekerja 24/7. Tidak akan minta cuti, sakit, atau cuti melahirkan," ujar Brigadir Khalid Nasser Al Razooqi, dirjen departemen Smart Services di kepolisian Dubai.

Robocop dilengkapi dengan kamera dan software pengenalan wajah. Publik bisa berbicara dengan robot untuk melaporkan kasus kejahatan atau berkomunikasi dengan komputer touch sreen yang ada di bagian dada robot.

Robot diluncurkan pertama kali tahun 2011 oleh PAL Robotics yang bermarkas di Barcelona. Robocop adalah REEM, robot humanoid yang bisa berbicara dan mengerti beberapa bahasa.

Polisi robot telah diuji coba di Mal Dubai dan Gulf Information Security Expo & Conference.

vlz/ml (rtr, mashable, khaleej times)