1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

Abu Sayyaf Bebaskan 4 Sandera Indonesia Yang Masih Ditahan

Empat pelaut Indonesia yang diculik oleh jaringan militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan dibebaskan. Para sandera diantar ke depan rumah pemimpin lokal di Jolo. Indonesia puji kerjasama dengan pemerintah Filipina.

Empat pelaut Indonesia yang kapalnya diculik kelompok Abu Sayyaf 15 April lalu dibebaskan para penculiknya. Keempat orang itu diantar ke depan rumah gubernur Jolo hari Rabu (11/05). Mereka diculik di lepas pantai timur negara Sabah, Malaysia.

Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan pembebasan itu di Jakarta. "Pembebasan ini melalui kerja sama yang baik antara pemerintah Indonesia dan Filipina," kata Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta.

Jokowi menerangkan, empat pelaut Indonesia itu saat ini berada di tangan otoritas Filipina dan akan segera diserahkan ke pihak Indonesia.

Infografik Abu Sayyaf Englisch

Daerah operasi kelompok Abu Sayyaf

"Keempat WNI berada dalam kondisi baik", kata Jokowi. Para sandera diturunkan di luar rumah pemimpin lokal di Jolo.

Jaringan militan Abu Sayyaf yang sering melakukan penculikan baru-baru ini memenggal seorang sandera Kanada, karena pemerintahnya menolak membayar uang tebusan yang dituntut.

Militer Filipina mengatakan, warga Indonesia yang dibebaskan dibawa lebih dulu ke sebuah pangkalan militer untuk pemeriksaan kesehatan.

"Segala hal sekarang sedang dirampungkan guna serah terima warga negara Indonesia kepada pihak berwenang Indonesia," demikian disebutkan dalam keterangan resmi.

Tanggal 1 Mei lalu, 10 pelaut Indonesia yang diculik jaringan Abu Sayyaf juga dibebaskan dengan cara serupa. Para sandera menceritakan, penculiknya sering mengancam akan menggorok leher mereka.

Abu Sayyaf biasanya tidak membebaskan sandera tanpa pembayaran uang tebusan. Namun pemerintah Indonesia membantah ada uang tebusan yang dibayarkan.

Abu Sayyaf setidaknya masih emnahan tujuh sandera warga asing lainnya, yaitu empat warga Malaysia, seorang turis Kanada, seorang pemilik resor asal Norwegia dan seorang peneliti unggas asal Belanda.

Setelah gelombang aksi penculikan terbaru, Indonesia, Malaysia dan Filipina minggu lalu sepakat untuk menggelar patroli bersama di jalur laut yang daerah perbatasan antar negara yang rawan aksi penculikan kapal. (Foto artikel: Sepuluh sandera Indonesia yang dibebaskan Abu Sayyaf 1 Mei lalu tiba di Jakarta).

hp/ap (afp/dpa)

2016-05-11T10:56:47Z UTC

Laporan Pilihan