1. Buka konten
  2. Buka menu utama
  3. Buka situs DW lainnya

Abe Awali Upaya Jepang Meredam Pengaruh Cina

Martin Fritz21 Januari 2013

Perdana Menteri baru Jepang Shinzo Abe berupaya merangkul ASEAN untuk meredam pengaruh Cina di kawasan. Kepentingan Jepang terutama berpusar pada kepulauan Senkaku dan Laut Cina Selatan.

https://p.dw.com/p/17OUP
Foto: AP

Lazimnya setiap perdana menteri Jepang selalu melakukan lawa pertamanya ke Washington. Perjalanan diplomasi ini sudah menjadi tradisi di Tokyo. Melalui perjanjian keamanan kedua negara berhubungan erat. Sejak berakhirnya Perang Dunia ke-2, Amerika Serikat adalah sekutu terpenting Jepang.

Namun Perdana Menteri Shinzo Abe yang baru terpilih mengambil aksen berbeda dari pendahulunya. Ia memperkuat diplomasi Asia dengan terlebih dahulu mengunjungi Vietnam, Thailand dan Indonesia. Sebelumnya Menteri Keuangan, Taro Aso sudah berkunjung ke Myanmar dan Menteri Luar Negeri Fumio Kishida melawat ke Singapura, Brunai, Australia dan Filipina.

Upaya diplomasi yang dilancarkan Jepang di Asia Tenggara dan Australia mendemonstrasikan kepentingan ekonomi dan strategis pemerintahan baru di Tokyo. Jepang ingin meredam kebangkitan Cina yang ditandai oleh kebangkitan militer dan pengaruh perekonomiannya di Asia Tenggara. "Lingkungan strategis di kawasan Asia Pasifik berubah secara drastis," kata Abe dalam lawatannya di Vietnam. Ia berambisi mengimbangi kekuatan ekonomi Jepang dengan membangun kekuatan maritim baru di kawasan.

Aliansi Keamanan Demokrasi

Dalam esai mengenai keamanan nasional di Asia Timur yang ditulisnya menjelang pergantian tahun, Abe menampilkan diri sebagai seorang nasionalis sejati. Sosok pemimpin yang mengedepankan konfrontasi ketimbang rekonsiliasi dalam kebijakan politik luar negerinya. Pokok pikirannya adalah membangun "intan keamanan" di antara negara-negara demokrasi di Asia.

Karte Senkaku-Inseln Deutsch
Peta kepulauan Senkaku yang diperebutkan Cina dan Jepang. Kepemilikan Jepang atas kepulauan ini sebenarnya diakui oleh hukum internasional, namun Cina tetap bersikeras dengan klaimnya.Foto: DW

Abe tidak menyembunyikan ambisinya meredam Cina yang tengah membangun hegemoni regional. "Saya membayangkan sebuah strategi, yang dibangun oleh Australia, India, Jepang dan Amerika Serikat melalui negara bagian Hawaii, untuk mengamankan kepentingan maritim bersama dari Samudera India hingga bagian barat samudera Pasifik," tulisnya.

"Saya siap berinvestasi dalam dimensi yang besar terhadap kekuatan Jepang untuk membangun intan keamanan ini," janji sang kepala pemerintahan yang baru.

"Cina mengintimidasi negara tetangga"

Secara akurat Abe mengusulkan agar Jepang memperluas kerjasama dengan India di bidang ekonomi dan pertahanan. Ia ingin agar kedua negara memikul tanggungjawab sebagai penjaga kebebasan antara samudera Hindia dan Pasifik. Abe merujuk pada perkembangan terakhir, bahwa Cina terus membangun kekuatan maritimnya.

Ia menggambarkan skenario muram mengenai Laut Cina Selatan yang tidak lama lagi akan berganti nama menjadi "Laut Beijing". "Sebuah laut yang cukup dalam untuk menampung kapal selam nuklir milik tentara pembebasan rakyat, yang mampu melontarkan roket berhulu ledak nuklir (...) tidak lama lagi kapal induk milik Cina akan menjadi gambaran umum - cukup untuk mengintimidasi negara-negara tetangga."

Jepang Bersikeras

Abe juga merujuk pada kepulauan Senkaku di Laut Cina Timur yang secara resmi dimiliki Jepang. Pemerintah di Beijing juga mengklaim kepulauan yang dalam peta Cina disebut sebagai kepulauan Diaoyu tersebut

Melalui kehadiran rutin kapal-kapal berbendera Cina di kawasan maritim tersebut, Beijing ingin melengkapi klaim hukumnya, kata Abe. Kendati begitu Jepang tidak akan mengendurkan posisinya. Haluan strategis ini diyakini menjadi agenda utama kunjungan sang perdana menteri di Asia Tenggara.

China Delegierte
Delegasi Cina pada upacara pembukaan Kongres Partai Rakyat Cina di Beijing.Foto: Reuters

Abe mencari mitra yang juga saling berbagi sikap skeptis terhadap Cina di antara negara anggota ASEAN. Di Indonesia poltikus konservatif itu memperkenalkan lima haluan yang dijadikan acuan oleh pemerintahannya untuk membuat kebijakan terkait ASEAN. Sebagian besar berisi bagaimana meredam pengaruh Cina.

Bersama negara-negara ASEAN, Jepang akan mengkampanyekan wacana kebebasan, demokrasi dan Hak Azasi Manusia - tiga syarat yang tidak mungkin dipenuhi oleh Cina.

Pertahanan Negara Hukum

Kedua Jepang ingin mengajak ASEAN melindungi masa depan negara hukum di kawasan. Ini juga serangan tertutup terhadap Cina terkait status kepulauan Senkaku yang sah milik Jepang menurut hukum kelautan internasional. Ketiga, Abe ingin memperkuat pergerakan modal, layanan dan penduduk, agar membantu pemulihan perekonomian Jepang dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara-negara ASEAN.

Manuver diplomatik Jepang tidak cuma mengundang hujan kritik dari Cina. Sekutu terdekatnya, Amerika Serikat, juga mengungkapkan kekhawatiran. Kurt Campbell, Utusan Khusus Presiden AS, Barack Obama untuk kawasan Asia Timur, menekankan, Washington lebih mengutamakan "diplomasi sunyi". Menurutnya, "kepala dingin" dibutuhkan untuk menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan.