1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

14 Orang Yang Siap Berangkat ke Suriah Ditangkap di Jakarta

Kepolisian Indonesia telah menahan 14 orang, termasuk beberapa anak, di Jakarta. Mereka diduga ingin bergabung dengan kelompok teror Negara Islam atau ISIS di Suriah dan siap terbang dari Jakarta.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Mohammad Iqbal menerangkan, 14 warga Indonesia yang berniat terbang ke Suriah itu ditangkap dalam operasi gabungan aparat keamanan.

Operasi itu digelar satuan Antiteror Densus 88, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Intelijen dan Keamanan serta Polda Metro jaya. Hingga saat ini, ke 14 WNI yang diduga simpatisan ISIS itu masih diperiksa identitasnya.

Yang ditangkap lima dewasa dan sembilan anak-anak," tulis Muhammad a Iqbal dalam keterangan persnya yang dirilis di Jakarta hari Minggu (13/03)

Der indonesische Präsident Joko Widodo am Anschlagsort in Jakarta

Presiden Jokowi memantau lokasi setelah polisi mengamankan Jalan Sarina dan sekitarnyah, 14 Januari 2016.

Mereka berhasil ditahan di bandara internasional Jakarta, ketika mencoba menaiki pesawat terbang Air Asia QZ 256 dengan tujuan bandara Donmuang di Bangkok.

Yang sudah teridentifikasi adalah keluarga dengan tiga anak dari Tangerang. Lima orang lain, termasuk setidaknya satu orang anak, diduga berasal dari Kalimantan.

Ratusan warga Indonesia telah berangkat ke Suriah untuk bergabung dan berjihad dengan ISIS, yang menguasai beberapa wilayah di Suriah dan Irak.

Desember 2015, lebih dari 200 orang Indonesia telah dideportasi oleh Turki ketika mereka mencoba masuk ke Suriah lewat Turki, tapi gagal. Demikian keterangan Institute for Policy Analysis of Conflict dalam laporannya bulan lalu.

Beberapa waktu terakhir, ISIS tampaknya berhasil merebut simpati sebagian anak muda, yang kemudian dibujuk untuk melakukan aksi bunuh diri. ISIS juga mengklaim berada di balik serangan teror di Jaklan Thamrin, Jakarta, Januari 2016.

Aparat keamanan belakangan mengeluh karena menilai ada banyak kelemahan dalam UU Antiteror sehingga mereka sering tidak bisa menangkap orang-orang yang diketahui sedang merencanakan serangan teror. RUU yang baru masih menunggu persetujuan parlemen.

hp/ap (afp)

Laporan Pilihan