1. Inhalt
  2. Navigation
  3. Weitere Inhalte
  4. Metanavigation
  5. Suche
  6. Choose from 30 Languages

Dunia

10 Perusahaan Dituding Ikut Memicu Kebakaran Hutan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLH) menyatakan sedang menyelidiki 10 perusahaan yang diduga kuat ikut melakukan pembakaran hutan. Jika terbukti, mereka akan terkena sanksi dan dicabut izin usahanya.

Kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Indonesia kembali menyelimuti kawasan Asia Tenggara, terutama Singapura dan Malaysia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Bambang Hendroyono menyatakan, dari 10 perusahaan itu, ada 5 perusahaan yang diduga berperan dalam pembakaran hutan di Riau, 2 perusahaan di Jambi, dan 3 perusahaan di Kalimantan Tengah. Semua perusahaann itu bergerak di bidang perkebunan dan hutan tanaman.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menerangkan, jika terbukti, perusahaa--perusahaan itu akan mendapat sanksi, antara lain pembekuan izin operasinya. "Dibekukan, mulai izin pemanfaatan lahan hingga penggunaannya," kata Siti Nurbaya di Jakarta.

Kasus pidana akan diproses oleh kepolisian, "sedangkan perdata dan administrasinya oleh kami," tambahnya.

Kebakaran hutan setiap tahun, belum berhasil diredam

Sampai saat ini, Indonesia belum berhasil meredam kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun dan mengganggu lalu lintas penerbangan serta mengancam kesehatan penduduk. Berbagai upaya telah ditempuh untuk melakukan kerjasama regional dengan negara-negara tetangga, hingga kini tidak membuahkan hasil. Kebakaran hutan terparah terjadi 2013 dan menghasilkan tingkat polusi terburuk di kawasan Asia Tenggara.

Kekabaran hutan yang menyebabkan kabut asap tebal itu terutama berasal dari hutan-hutan di Sumatera dan Kalimantan, lokasi yang sering digunakan oleh industri pulp, kertas dan kelapa sawit. Beberapa perusahaan besar yang beroperasi di sana bukan perusahaan lokal dan terdaftar sebagai perusahaan dari Singapura.

Namun pihak industri menyalahkan para petani lokal yang disebut-sebut melakukan pembakaran hutan hingga tidak bisa terkontrol lagi. Kelompok-kelompok lingkungan mengeritik perusahaan pulp, kertas dan kelapa sawit tidak melakukan upaya apa-apa untuk mencegah kebakaran hutan, malah melakukan pembabatan hutan secara besar-besaran.

Kebakaran hutan dan lahan menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebabkan asap tebal yang membahayakan kesehatan penduduk. Jarak pandang di Pekanbaru awal minggu ini hanya mencapai 300 meter.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menurut keterangan sendiri sudah menyalurkan dana sampai Rp 30 miliar untuk menjinakkan api. Tahun 2012/2013, kawasan Riau pernah dilanda kabut asap tebal yang membahayakan kesehatan penduduk setempat.

hp (rtr, afp)

Laporan Pilihan